Monday, May 11, 2015

Bir barang langka di Jakarta


 
Sudah hampir sebulan sejak tgl 16 April 2015 lalu peraturan Merperindag No.6 thn 2015 tentang larangan minimarket/supermarket melakukan penjualan minol dibawah 5% (bir) diberlakukan. Sejauh ini peraturan tersebut terlihat efektif. Bir yang yang biasanya mudah didapatkan di minimarket, toko kelontong, atau rumah makan seperti sirna dari muka bumi Indonesia ini. Bahkan beberapa supermarket besar atau sekelas Hypermarket yang tidak terkena aturan tersebut seperti paranoid tidak berani menjualnya. Rak mereka bersih dari pajangan botol kaleng bir, kecuali bir "palsu" 0% alkohol. Mereka para pedagang besar serta merta tidak menjual bir cukup menimbulkan pertanyaan dari banyak penikmat setia bir kenapa bisa demikian; Large
Apakah tidak memahami aturan yang baru? mustahil jika profesional management tidak tahu jika diperbolehkan menjualnya.
Apakah sadar diri untuk tidak menjualnya dalam konteks membantu program pemerintah membatasi penjualan minol? akan terlalu naif untuk pebisnis untuk tidak menjual produk yang menguntungkan dan tidak melanggar hukum apapun.
Lalu alasan apa mereka tidak menjualnya walau secara hukum diperbolehkan? apakah ada tekanan dari pihak lain? dari kelompok masyarakat tertentu yang mengharamkan alkohol, entahlah..
Yang pasti saat ini jika ingin menikmati bir dingin, hanya bisa didapatkan di lokasi tertentu. Lokasi penjualan yang hanya dapat izin khusus untuk menjual minuman beralkohol yaitu Bar, Cafe, Hotel, atau tempat2 disekitar daerah wisata. Atau daerah yang dianggap seperti daerah wisata.
Jika anda penikmat bir setia, nikmatilah bir dilokasi yang dizinkan atau belilah bir kaleng yang banyak untuk stok dirumah. Atau kita tunggu saja peraturan tsb dapat bertahan berapa lama sampai ada yang melanggarnya. Pada waktunya pasokan bir akan mudah didapat kembali. Bukan berpikir skeptis, seperti yang kita tahu selama ini pemerintah kita pintar dalam membuat peraturan akan tetapi selalu kesulitan untuk menerapkan apalagi dalam menindak pelanggaran..
Cheers...



 
 
 
 
 

Friday, December 5, 2014

Beer Mixology

Buat pencinta bir pasti tidak akan meminum bir favoritnya dicampur dengan minuman atau penguat flavor. Tapi untuk mendapatkan variasi rasa yang lebih refreshing menikmati bir dicampur dengan dengan jenis liquor atau spirits lainnya tetap dihalalkan. Beer Mixology. Salah satunya adalah "Chelada". 
Campurannya mudah: 1 bagian bir, bisa bir apa saja, tapi akan lebih pas jika menggunakan bir Mexico; Tecate atau Corona. 1/4 bagian perasan jeruk nipis/lime. Es batu dan garam secukupnya. Olesi bibir gelas dengan jeruk nipis dan berikan garam. Masukan es batu 1/4 gelas dan campurkan bir dan perasan jeruk lime tadi. Aduk..voila...nikmat sekali diminum saat panas sambil menikmati masakan spicy..

Satu lagi campuran yang menyegarkan adalah "Summer Hoedown", dengan warna merah menyala pemberi semangat..
campurannya pun mudah didapat: Watermelon atau buah semangka merah secukupnya. 1 bagian/botol bir putih/lager favorit apa saja. 1/8 bagian liquor rasa buah seperti Cointreau, atau Triple Sec dan 2 sendok makan gula/secukupnya. Caranya: Semangka dijuice sampai cair, dan tuang sambil disaring, masukan gula dan diaduk. Diamkan dalam kulkas beberapa saat sampai sedikit membeku. Masukan bir dan liquor, aduk merata dan sajikan. Pasti rasanya 2 jempol. Berani coba dengan Semangka kuning?

Atau bir juga bisa dicampur dengan bir lainnya. 
Bir+Bir=Better Bir!. 

"Black and Tan"
1 bagian bir hitam/Stout dan 1 bagian bir Lager. Masukan bir putih dingi terlebih dahulu sampai 1/2 gelas lalu tambahkan secara perlahan bir hitam dingin. Hasilnya kombinasi yang mengundang. 

O ya,,jika mau , bir putih/lager bisa diganti dengan Sparkling Wine atau Lime Soda (Sprite), hanya urutan campurannya dibalik. Maka akan didapatkan campuran  "Black Velvet". 
Don't you miss inviting me..


Thursday, August 28, 2014

Bintang Radler: Aromatik bir setengah hati

Semua orang pasti kenal bir dengan merk Bintang ini. Setelah mengeluarkan bir zero, bir tanpa alkohol, kini Bintang memasarkan Bintang Radler.

Dengan adanya Bintang Zero dipasaran, kebanyakan penikmat bir bertanya-tanya apa kegunaan bir ini. Apa yang dinikmati dari bir dengan zero alkohol ini? mengkonsumsi bir ini sama saja minum air yang beraroma bir dan berakhir dengan perut kembung tanpa ada efek akhir terpengaruh alkohol. Nothing fun with that.

Sama seperti Bintang Zero, Bintang Radler pun berevolusi sejalur seperti saudara tuanya. Hanya bedanya rasa Radler ini dikombinasikan dengan rasa jeruk, walau tetap mengandung alkohol 2% ABV.

Sebelum mencicipinya berharap kwalitas Radler ini bisa menyamai rasa dan aromatic bir produksi luar negeri, namun harapan itu kandas. Bir aromatic produksi luar negeri, ambil contoh saja merk Samuel Adams dengan Old Fezziwig Ale diproduksi seasonal dan pembuatannya dengan cara di "infuse" untuk menghasilkan aroma tertentu. Jenis bir Ale ini,  mempunyai aroma kombinasi cinnamon, jahe dan orange.

Dalam proses pemasakannya semua ingredients tersebut dicampur bersama wort dan hops, dimana pada akhirnya aroma tersebut akan berbaur, menyatu  "infused" dan terbawa dalam fermentasi dan hingga proses akhir bir dalam kemasan. Perpaduan rasa dan aroma akan terasa menyatu, mild dan refreshing pada tiap tegukan.

Apa yang dirasakan dalam Radler ini berbeda. Terlalu manis untuk sebotol bir sehingga menghilangkan rasa orisinil bir, dan rasa jeruknya terlalu kuat sampai2 kita berpikir yang kita minum ini orange juice or lime juice? Sepertinya apa yang dilakukan Bintang dalam memproduksi Radler ini tidak menggunakan cara "infuse" seperti apa yang dilakukan oleh para Craft Beer Brewery. Bintang mengambil jalan yang mudah, hanya sekedar mencampurkan Bir Bintang, essense aroma orange dan gula dengan komposisi yang tepat untuk mendapatkan rasa dan aroma seperti yang terdapat didalam tiap botol Bintang Radler. As simple as that.

Anda sendiri dapat juga membuat bir aromatik dengan cara seperti itu, bahkan lebih bervariasi dengan berbagai macam rasa sesuai selera. Ambil saja sebotol Bir Bintang lalu campurkan dengan sirup rasa kesukaan anda, bisa rasa melon, strawberry, nanas, dan rasa apapun yang menjadi kesukaan. Gampang.
Minum sirup dengan bir memang enak, begitu juga Radler, manis.

Tetapi penikmat bir sejati tidak menikmati aromatik bir dengan cara seperti itu.
Haram ;-))